Wednesday, May 28, 2014

Ihwal Nafsu


IHWAL NAFSU 



aku bukanlah ada pada diriku
aku adalah aku
begitupun engkau
jika engkau berhasrat kekuasaan
orang-orang bodoh berkerumun
melayangkan pandang
di luar melintasi kondisi kebenaran
tentang ihwal pengetahuan

ini adalah cerita tentang keserakahan
ia seorang pangeran
atau penggembala

Semarang, 16/05/2014

Monday, March 3, 2014

Sang Pejantan


SANG PEJANTAN



suara ayam jantan
kejantanan beradu tajam
akulah rupawan
ada perempuan punya mata hati
terpejam
aku bukan anggota dewan
bukan pula lelaki kejam

aku sang pejantan
punya uang
jabatan
ada perawan mata duitan
aku kasih mobil
kenikmatan

sekali lagi
aku bukan anggota dewan
apalagi si wawan
aku punya kekuasaan
akulah ayam jantan
gonta-ganti teman kencan

03/02/2014

Saturday, February 1, 2014

Kamu Tahu Kenapa

Alam merenungi dirinya
Kamu tahu kenapa
Bencana jadi hidangan
Sungguh ia ditinggal pergi kekasih
Sendiri
Sepi

Ia menangis
Kamu tahu kenapa
Banjir jadi sajian
Sungguh ia meratapi kemunafikan

Ia terluka
Kamu tahu kenapa
Jabal itu keluarkan air mata
Sungguh ia kehilangan sahabat

Ia menderita
Kamu tahu kenapa
Lapisan bumi melekang
Sungguh apalah arti kasih sayang

Ini bukan nestapa
Dosa
Kamu tahu kenapa
Mungkinkah hanya takdir
Azab bagi yang membantinkan kebohongan

Simpan saja itu cinta
Alam akan memperbarui dirinya
Kamu tahu kenapa

Komunitas Cahya – 24/01/14

Wednesday, January 29, 2014

Sayid



Sayid

Wahai sayid
Aku uzlah dari ramai ke sepi
Dari benci menuju cinta
Inilah sentral kisahmu
Kau tukar gelap mendekati cahaya
Hingga ada pencerahan

Wahai sayid
Setiap percik butiran air mata
Gerak langkah kakiku
Al-hayat jihad wa aqidah

Ini jalan menuju cintamu
Allhumma shalli ‘ala muhammad
Shalawat tanda sowan kepadamu
Engkau pemimpin mulia
Pemimpin orang-orang suci
Pemimpin orang bertakwa

Komunitas Cahaya, 14/01/14

Tuesday, June 11, 2013

Belajar Dua Angka Satu



Belajar Dua Angka Satu - Di baca di RRI Semarang


Jika satu ditambah satu adalah dua sungguh indah dunia terasa
Tapi ini bukan dialektika Hegel dalam ruang materia
Atau coba belajar keadilan
Atau mencari kelayakan hidup
Itu percuma sepertinya tidak ada

Adam bercinta di taman eden mendapatkan semua tak terkira
Hantarkan hidup menuju istana sesungguhnya
Dunia

Ini kita manusia ingin dapatkan kepuasan hidup
Pergi menuju oratorium dapatkan sang orion
Di waktu ini rasai menyelinap kalbu manusia
Tanpa sadar hanya nafsu dunia
Hingga lupa rahap setiap detik menunggunya

Marilah kita belajar satu tambah satu adalah kehendakmu ada orang lain
Tidak ambil ini itu ada yang punya
Kepemilikan

Dari kehendak, kita belajar ikhlas
Dari impian, kita belajar sabar
Dari keinginan, kita belajar ikhtiar
Indahnya dua itu satu

Semarang, 10/06/13 – 18.07

By. Lukni Maulana Mahasciena

Tuesday, November 29, 2011

Ajari Aku

Ajari Aku

Kau ajarkan aku befikir
Supaya aku berbeda dengan yang lain
Namun setelah aku berbeda aku menjadi aneh
Aneh sebab rambutku semakin memutih
Kau ajarkan kembali untuk bertindak
Supaya teraktualisasi pikir ini
Namun setelah aku bertindak aku menjadi gila
Gila karena yang mengajarkanku telah menjadi gurunya gila
Gila akan kepintaran hingga mengakali orang tidak berakal
Aku putuskan berpisah denganmu
Tak sudi menjadi orang pintar yang gemar memintari

Tuesday, April 6, 2010

Kota yang Tergadai


Kota Sunyi
Kota di kantong celana
Sembunyi di balik kain hitam meratap
Bukan karena bau bukan pula karma
Tidak gelap begitu pekat
Namun terlihat ngintip silahkan
Jangan mengambil yang ada di dalam
Kotaku indah dan menawan

Kota di celana dalam
Pohon rindang menghias kesunyian
Sangat menyejukan hingga kau bermimpi
Dalam mimpi tak pasti ketemu jodoh di kali
Berlari banyak tempat kosong asyik sekali
Memadu kasih pusaran air mancur
Hingga basah kotaku elok merah cemberutan

Kotaku...
Jadi rebutan ia merasa tersipu malu
Tak tahu kalau tak mau memperlihatkan diri
Pada bungkusan kantong celana dan celana dalam
Kotaku memiliki tempat yang nyaman
Sssstttttt sampai ia ketiduran


Ketidak pedulian..!
Maling...maling...maling
Maling teriak banjir
Banjir...banjir..banjir...
Penduduk bilang maling
Semua bercerita tentang satu prinsip
Apakah itu jawabnya tidak peduli
Mau maling mau banjir yang penting tujuan awal
Ketidak pedulian..!
Satu sisi bangun tidak menghiraukan
Mereka berdiri sendiri dalam satu penopang
Satu perjuangan satu tujuan
Ketidak pedulian..!
Sikat sana sikat sini
Meskipun sama-sama berbentuk sikat
Lempar sana lempar sini
Terpenting bisa saling lempar
Walaupun dengan saling menampar


28/03/10

Monday, November 9, 2009

Selamat Berjuang; Hari Pahlawan


Memperkenalkan seribu satu aliran dan satu kenegaraan. Tersaji dalam terjemahan seribu kurang satu teks kunci diantaranya kerakusan, kebohongan dan kezaliman atau bahkan penindasan, pelecehan dan penjajahan.

Sangat mudah memperkenalkan atau sekedar memberi pertanyaan bahkan lebih mudah lagi memberikan jawaban. Isinya bukan tentang tuhan, agama, ekonomi, budaya maupun politik melainkan mengenai diri ini, ’siapa gerangan dirinya’?.

Ini bukan kisah perjalanan para nabi. Bukan pula mengajak seseorang untuk membaca panorama sejarah orang-orang kalah. Pertanyaan itu akan selalu muncul, ’benarkah’?. Ya..ya..ya manusia t’lah dibuat keheranan atas laku kerakusan, semua jadi rebutan.

Anak-anak belajar memperkaya wawasan dan cakrawala pandang tentang nasionalisme. Sekaligus mengasah daya kritis untuk menyikapi reduksi persatuan dan kesatuan. Tapi..orang tua memperkaya diri dan cakrawala menindas satu sama lain mempertajam menjual budaya bangsa.

Oh..bidadari yang cantik dan rupawan menikmati bunga-bunga taman yang sangup merangkai gugusan bintang menerbangkan seraut wajah muram yaitu siapa diri kita.

Beraneka kesaksian t’lah dihadirkan di meja bundar hanya untuk menikmati acara makan siang. Pagi dan malam tidur-tiduran bersama selingkuhan sumber manusia dan alamnya.

Selama datang di kerajaan dengan visi mengembangkan kehidupan yang lebih biadab. Dengan misi menghancurkan kejayaan kerajaan.

Selamat datang pejuang
Tolong aku lagi kelaparan
Tolong aku lagi kehausan
Di kerajaan aman dan tentram


 9/11/09

Tuesday, August 18, 2009

Alas Kaki


Tanpa alas kaki
Merah jadi biru oleh debu
Terkikir sesuap logam biru
Atau selembar uang seribu

Kau beri alas kaki
Putih jadi suci oleh janji
Terdampar ke pulai asing
Atau terlempat di negeri sendiri

Alas kaki aku lepas
Bau kelur menyengrak hidung
Meneriaki kulit indah
Namun baunya mematikan

Aku cuci alas kaki
Biar rasa itu berubah
Tapi…air siapa
Kini semua telah sirna(08/08/09)

Monday, June 8, 2009

Monggo Kongres HMI Ke 27


Teriak maling laba-laba diam
Teriak perubahan laba-laba buat sarang
Ikat sini jangan lupa ikat sana
Suara lirih semerbak mengedap-endap
Ada apa laba-laba pura-pura lupa
Mongo orang jawa bilang
Berarti di persilahkan
Ambil jabatan
Menang kepentingan
Semua ada pada gengaman

Rupanya rupa-rupa
Jelasnya bukan seni rupa
Hanya lukisan laba-laba
Terekat di jaring-jaringnya
Mongo itu laba-laba

(Wisma Taman Eden; Kaliurang Yogyakarta 07/06/09)

Friday, March 6, 2009

Lomba Puisi 2009 di wisma juangku



-->
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Al-Baqarah ayat 164)
Termenung di wisma juangku
Aku teringat pesan orang tua
jadilah orang yang berguna”, katanya
Aku mencoba merangkai mimpi dibalik tidur
Yang belum lama ini terbangun
Mengusik setiap langkah hidupku
engkau adalah pemimpin, maka jadilah pemimpin”, katanya

Termenung dalam sepi juangku
Aku gapai langit nan jauh
di sini tidak ada apa-apa”, ungkapnya
Aku terkesima pada ucapannya
Sampai aku terjatuh di hadapan sang burung
Di patuknya kepalaku sampai darah mengalir
dasar, kemana akal pikirmu...! Kau adalah generasi ulul albab”, ungkapnya

Generasi ulul albab kehilangan jati diri
Bila menjadi pemimpin meminta jadi budak
Tapi ...bila ada mutiara meminta bagian
Bila ada emas meminta transferkan
Bila ada intan meminta paketkan
Bila ada berlian meminta investasikan

Generasi ulul albab lari dari kebohongan
Mata ini berharap di butakan
Telinga ini harap ditulikan
Mulut ini berharap dibisukan
Akal pikirnya diperjual belikan
Apa lagi hati nuraninya....!

Kemana keadilan yang kau cita-citakan
Di mana kemakmuran yang kau sembunyikan
Di mana kesejahteraan yang kau telantarkan
Mengapa....
Bagaimana....
Kapan....

Apa lagi yang bisa kita harapkan
Bila hukum hanya untuk di langar

Apa lagi yang bisa kita cita-citakan
Bila ijasah hanya hadir dipasar loak

Kami menunjuk wisma perjuangan
Sebuah tempat berlabuh dan berkunjung bagi orang yang berakal
Serta tempat pensucian diri mencari ridho illahi rabbi
Datanglah kemari dipersinggahan sang khidir
Dialog antara orang kenthir dan orang berfikir
Semarang, 04/03/09 (12.07 WIB)