Tuesday, December 3, 2013

Kami adalah Kerendahan



KEMBALILAH kepada kerendahan dan berlindunglah kepada-Nya. Wahai Tuhanku, engkau keluarkan kami dari suatu tempat yang rendah, tapi Kau mulyakan kami dari mahkluk lain. Namun terkadang kami lupa, bahwa kami adalah kerendahan.

Kembalilah kepada-Nya dengan sikap tunduk dan kerendahan. Khusyukkan dirimu dalam kerendahan, oleh sebab bodohnya dan banyaknya dosa-dosamu. Tuhanmu sangat mencintai orang-orang yang tunduk dalam kerendahan. Ia akan menjadi penolong bagimu yang mengalami kesulitan.

Kami adalah lumpur yang membentuk kehinaan tercermin dari dimensi kerendahan. Namun kau tiupkan ruh, hingga kami menjadi orang yang mulia tapi terkadang kami lupa tiupan itu hanya untuk mendekatakan diri kepada-Mu

“Hakikat penciptaan, manusia pada suatu saat mencapai derajat yang tinggi, akan tetapi pada saat yang lain ia akan jatuh ke lembah yang hina dan rendah.”

Santri Cungkring dan Kiai Cilik melewati waktu perjalanan ini dengan penuh ketundukan. Tidak ada daya dan upaya selain cinta-Nya.

* * *
 “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,. Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (QS. Al-Hijr/15: 28 -29)

Rumah Pendidikan Sciena Madani – 03/12/13

Previous Post
Next Post
Related Posts

0 comments: