Latest Post

Sang Pejantan

Written By Lukni Maulana on Senin, 03 Maret 2014 | 03.46

Suara ayam jantan
Kejantanan beradu tajam
Akulah rupawan
Ada perempuan punya mata hati terpejam
Aku bukan anggota dewan
Bukan pula lelaki kejam

Aku sang pejantan
Punya uang dan jabatan
Ada perawan mata duitan
Aku kasih mobil dan kenikmatan

Sekali lagi aku bukan anggota dewan
Apalagi si wawan
Aku punya kekuasaan
Akulah ayam jantan
Gonta-ganti teman kencan

Rumah Cahaya - 03/02/2014

Kampus Candradimuka

Written By Lukni Maulana on Jumat, 21 Februari 2014 | 22.29


“Kenapa kita yang dijajah Belanda begitu lamanya tidak bisa berbahasa Belanda,” kata Santri Cungkring

“Karena Belanda mendirikan lembaga pendidikan bertujuan untuk mengisi jabatan atas kekosongan yang ada dipemerintahan,” tutur Kiai Cilik

Lalu Kiai Cilik sambil menikmati minuman dingin dan bercerita sedikit tentang dunia pewayangan. Gatotkaca ksatria dari Pringgadani sebelum menjadi pemimpin, ia diwajibakan sekolah di kawah Candradimuka. Kampus Candradimuka merupakan tempat pendidikan untuk para calon pemimpin, bukan perusahaan untuk menghasilkan calon pemimpin. Jadi tidak perlu bayar uang gedung, baju seragam, alat tulis, tidak ada SPP dan bahkan Kampus Candradimuka tidak perlu mendapatkan BOP (Bantuan Operasional Pendidikan).

“Kampus Candradimuka tempat pendidikan untuk menghasilkan calon pemimpin. Bukan calon untuk mengisi jabatan kekosongan dipemerintahan atapun perusahaan,” tutur Kiai Cilik

“Sekolahku sekarang ini kembali ke zaman Belanda dong,” lanjut Santri Cungkring sedikit tertawa

Komunitas Cahaya – 21/02/2014

Pemimpin Hawa Nafsu

Written By Lukni Maulana on Selasa, 18 Februari 2014 | 02.02

SIAPA pemimpin harapan untuk bangsa ini. Apakah yang memiliki ilmu yang pandai dan paham tentang tata kelola pemerintahan ataukah orang alim yang menguasai ilmu agama ataukan karena memiliki keturunan seorang pemimpin, tanya Santri Cungkring

Pemimpin itu adalah orang yang tanpa pamrih, ikhlas dan tidak memiliki hawa nafsu yang berlebihan. Yakni pemimpin yang mampu mengontrol dirinya dari hawa nafsu. Ia bukan berkehendak atas dirinya, tapi kehendak semua orang yang berharap ia menjadi pemimpin, jawab Kiai Cilik

“Orang yang berilmu bukan karena memiliki pemahaman keilmuan. Meskipun ia seorang yang alim dan berilmu tapi jika pikirannya sombong dan suka ingkat janji pastinya dia bukan orang alim. Apalagi yang memiliki darah keturunan, belum tentu ia berilmu tentang tata kelola pemerintahan dan juga alim,” lanjutnya

Komunitas Cahaya, 18/02/14

Kamu Tahu Kenapa

Written By Lukni Maulana on Jumat, 31 Januari 2014 | 14.37

Alam merenungi dirinya
Kamu tahu kenapa
Bencana jadi hidangan
Sungguh ia ditinggal pergi kekasih
Sendiri
Sepi

Ia menangis
Kamu tahu kenapa
Banjir jadi sajian
Sungguh ia meratapi kemunafikan

Ia terluka
Kamu tahu kenapa
Jabal itu keluarkan air mata
Sungguh ia kehilangan sahabat

Ia menderita
Kamu tahu kenapa
Lapisan bumi melekang
Sungguh apalah arti kasih sayang

Ini bukan nestapa
Dosa
Kamu tahu kenapa
Mungkinkah hanya takdir
Azab bagi yang membantinkan kebohongan

Simpan saja itu cinta
Alam akan memperbarui dirinya
Kamu tahu kenapa

Komunitas Cahya – 24/01/14

Pelatihan Peneliti di Alam Sutera Serpong Tanggerang

Written By Lukni Maulana on Kamis, 30 Januari 2014 | 07.14

SENIN sore berangkat dari bandara Ahmad Yani Semarang menuju bandara Internasional Soekarno - Hatta untuk mengikuti pelatihan peneliti IGI Kabupaten/kota yang diselenggarakan oleh Kemitraan Jakarta. Tiket pesawat Garuda ada ditangan, diantar adikku perempuan.

Acara berlangsung dari hari selasa-kamis, 28-30 Januari 2014 di Hotel Mercure. Pelatihan ini membekali para peneliti yang dihadiri dari berbagai daerah 34 kabupaten/kota se-Indonesia, pembekalan itu berbagai hal tentang tata kelola pemerintahan provinsi.

Banyak bertemu muka baru, kegembiraan bercampur mesra didalamnya karena ini bukan peneliti yang terlalu serius memikirkan beban kerja yang dibebankan. Tapi sebagai bentuk bermain dan belajar, kayak anak Taman kanak-kanak.

Aku kembali bertemu Mbak Indah Loekman, Amela Furbani, Arif dan Mas Hery dan penelitnyanya dulu yang pernah menjadi pembicara waktu di Hotel Novotel Semarang yakni Pak A. Gimsyar.

Yang paling mengesankan namun hanya beberapa detik bertemu dan disapa Mbak Ramot Aritonang yang masih mengenalku.

Foto ini adalah kembiraan para peneliti dengan baju berseragam IGI (indonesia Governance Index)

Hidup adalah Pengabdian

SAAT jalan-jalan di Mall berbagai macam pandangan ekonomi akan nampak sekali oleh sebab tujuan dan harapannya begitu. Kiai Cilik bersama Santri Cungkring menikmatinya, meski hanya jalan-jalan dan sekedar membeli minuman.

“Hidup itu pengabdian. Memiliki arti bahwa kita dituntut untuk berjuang dan berkorban semata-mata untuk mendapatkan ridho-Nya,” tutur Kiai Cilik

* * *

Dari Abu Dzar:
Menurut satu riwayat darinya, bahwasanya dia bertanya kepada Rasulullah /226), “Amal apa yang paling baik?”. Menurut riwayat lain, “Amal apa yang paling utama?”). Nabi menjawab, “Iman kepada Allah dan jihad (berjuang) di jalan-Nya." Dikatakan, (menurut riwayat lain, Rasulullah menjawab) “Lalu (memerdekakan) budak yang bagaimana yang paling utama?" Nabi menjawab, “Yang paling mahal harganya dan yang paling bagus menurut pemiliknya."

Abu Dzarr berkata, "Beritahukanlah kepadaku sekiranya aku tidak mampu (melakukan) sebagian pekerjaan?.”

Nabi menjawab, “Maka engkau membantu orang yang bekerja atau mengerjakan (sesuatu) untuk kamu jual.”

Abu Dzar berkata, "Beritahukanlah kepadaku sekiranya aku tidak mampu,"
Nabi menjawab, "Tinggalkan manusia dari kejahatan, karena itu adalah sedekah yang engkau sedekahkan kepada dirimu.

(HR. Bukhari. Shahih di dalam kitab Ash-Shahihah (575). (Bukhari, 49-Kitab Al Itqu, 2- Bab Ayyur-Riqabi Afdhalu? Muslim : 1-Kitab Al Iman, 34-Bab Kaunul lmani Billahi Afdhalul A'mal, hadits 136).

Komunitas Cahaya – 30/01/14

Sayid

Written By Lukni Maulana on Selasa, 28 Januari 2014 | 20.50



Sayid

Wahai sayid
Aku uzlah dari ramai ke sepi
Dari benci menuju cinta
Inilah sentral kisahmu
Kau tukar gelap mendekati cahaya
Hingga ada pencerahan

Wahai sayid
Setiap percik butiran air mata
Gerak langkah kakiku
Al-hayat jihad wa aqidah

Ini jalan menuju cintamu
Allhumma shalli ‘ala muhammad
Shalawat tanda sowan kepadamu
Engkau pemimpin mulia
Pemimpin orang-orang suci
Pemimpin orang bertakwa

Komunitas Cahaya, 14/01/14

Makna Sujud adalah Kerendahan

SUJUD sebagai wujud untuk menundukkan diri serendah-rendahnya. Posisi paling rendah seorang hamba terhadap Tuhannya, sebagai pengakuan lahir dan batin seorang hamba. Ucap Kiai Cilik.

“Pengakuan kerendahan ini sebagai wujud untuk mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya,” lanjutnya

Gerakan sujud menjadikan diri kita sehat, karena posisi itu kita akan banyak menerima pasokan oksigen. Karena posisi sujud, jantung berada diatas kepala yang memungkinan darah mengalir maksimal ke otak. Dalam artian otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang akan memacu kinerja sel-selnya. Bahkan posisi sujud akan meningkatkan kecerdasan kita, karena otak berfungsi secara normal. Kata Santri Cungkring

* * *

“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat),” (QS. Al-Hijr/15: 98)

Puisi Menolak Korupsi di Purwokerto dan Air Mata Kemanusiaan

Written By Lukni Maulana on Minggu, 26 Januari 2014 | 17.56

SEHARI sebelum Acara Road Show Puisi Menolak Korupsi mendapatkan kabar bahwa Shinta ArDjahrie meninggal duniat di Larangan Brebes saat hendak mengirim obat-obatan dan bantuan untuk Korban Banjir di Subang.

Sontak diriku kaget oleh kabar itu, dia adalah sahabatku yang rencananya akan Duet denganku membaca Puisi Menolak Korupsi di Purwokerto. Segala persiapan sudah aku aku kemasi dengan baik. Namun teriringi keberangkatanku yang menumpang Pak Wardjito Soeharso, persiapan itu tidaklah yang paling utama. Yang aku bawa hanya namamu bahwa kita tetap akan duet meski duet diatara kasih Tuhan.

Aku cuplikan dari akun twitermu, "Suruh milih brngkt ke lokasi banjir atau ikut acra baca puisi?! Doanya semoga dapet acara dua2nya. Aamiin."

Sungguh luar biasa dirimu sahabat engkau meninggal dengan khusnul khotomah menjadi RELAWAN KEMANUSIAAN.

Diacara Road Show PMK pada tanggal 25-26 Januari 2014 ini yang bertempat di Gedung LPPM Unsoed Purwokerto, akunpun tidak jadi baca puisi. Aku hanya memberikan sedikit ucapan:

- Akupun TIDAK BACA PUISI sahabat - Engkau meninggalkan dunia ini dengan bentuk PENGABDIAN
Aku hanya bilang: Hidup ini ada 3 hal yang aku suka; 1. PENGABDIAN, 2. PENELTIAN/PEMIKIRAN dan 3. PERGERAKAN.

"BENCANA yang paling berbahaya BUKAN BENCANA ALAM maupun BENCANA KORUPSI, tapi BENCANA yang paling BERBAHAYA adalah ketika orang-orang BAIK hanya BERDIAM DIRI"

Terima kasih untuk Pak Bambang Wadoro yang memimpin Doa untuk Shinta, sehingga acara sempat terhenti sebentar untuk mengheningkan cipta dan doa. Semoga Allah memberikan tempat terindah untukmu sahabatku Shinta, dibelakang aku sempat beberapa titik air mata membasahi.

Salam Hangat Doa Kuat


RUMAH PENDIDIKAN SCIENA MADANI

 
Support : Creating Website | Johny Template | Komunitas Cahaya - Rumah Cahaya
Copyright © 2011. Lukni Maulana - Caleg DPRD Provinsi Jawa Tengah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger