Santri PP. AL-Itqan membaca

Menyerap Cinta

Para pembenci cepat berpisah dari kasih
begitu juga rasa sayangnya
Ia tidak memperkenalkan siapa dia

Para pecinta memiliki keyakinan
bahwa ia akan menyerapnya
Tanah pasir menampung air didalam hati
Ia menghadirkan dirinya
Demikian nyata

Sciena Madani, 09/12/2014 (05.00 Wib)

Kampanye Membaca 07/12/14 di PP. Al-Itqan

Minuman Sang Khidir
 
Secangkir kopi dan segelas teh
keduanya serupa berkisah beda
Musa dan Sang Khidir
Belajar pada kisah perjamuan seteguk air
Masa sekarang, minuman itu berasa pahit dan manis
Masa lalu, minuman itu hanyalah air yang berasa
Masa depan, minuman itu berubah kemasan
Air dalam kemasan
Kecongkakan yang diperjual belikan
dan tidak ada kopi dan teh
dan sama sekali tidak ada cangkir dan gelas

Sciena Madani, 17/11/2014 (14.32)
Koran Barometer
Senin, 30 September 2013
Terkenal Dosen Nyentrik

Memo untuk Presiden
PUISI LUKNI Maulana dalam buku antologi puisi yang berjudul, "Memo untuk Presiden."
Kurator: Sosiawan Leak
Penyunting: Sosiawan Leak, Rini Tri Puspohardini
Desain Cover: Rakhmat Giyardi
Desain isi: Rony Azza
Tahun Cetak: Oktober 2014
Penerbit: Forum Sastra Surakarta
ISBN: 978-602-777-802-3


Istanaku

Jika kiranya ada waktu
Satu hari saja
Singgahlah di istanaku
Istana beratap utang
Berlantai barang impor
Berhias para koruptor

Semarang, 22/08/2014


Negeriku Kembali Terlahir

Adakah ruang kosong di rahimmu
Tolong
Biarkan aku terlahir kembali
Ya rahman Ya rahim
Masyarakat nyaman
Hidup tentram
Aman
Indonesia puncak kejayaan

Semarang, 28/08/2014
Duka Gaza Duka Kita
PUISI LUKNI Maulana dalam buku antologi puisi yang berjudul, "Duka Gaza Duka Kita (Antologi Puisi 99 Penyair Indonesia Empati untuk Palestina)."
Penyunting: Bambang Eka Prasetya, Daladi Ahmad, Esti Ismawati
Desain Cover: Nartoanjala
Layout Isi: Djanoerkoening
Penerbit: Nittramaya Magelang
ISBN: 978-602-1859-31-5



Kemana Kami Hendak Berlabuh

Suara tangis itu seperti gemericik lonceng wahyu turun ke bumi
Tubuhku bergetar
Jiwaku terguncang
Berdiri bulu kudukku
Lemas ragaku
Kematian itu

Teriakan disetiap suhuf kebenaran
Menjadi tanda kebiadaban tindak moral
Oleh rakus kekuasaan
Kematian
Jalan lain menuju perang
Kedamaian
Menjadi perintah yang terabaikan

Kerikil kecil tengelam ke laut menjadi intan
Doa berlayar menuju kemenangan
Mereka tak berdosa akan menjadi pertanda
Tanda
Ketenangan yang terdalam
Sedalam doa terkabulkan
Kebenaran wahyu Tuhan

Seperti bunyi lonceng
Lalu suara itu terputus
Hilang
Diriku berdiri menantang
Inikah pengorbanan

Semarang, 14/07/2014