Sunday, November 24, 2013

Resolusi Jihad Antikorupsi - Muslim Anti Korupsi

Road Show ke-11 Puisi Menolak Korupsi di Bojonegoro,  Sabtu, 23 November 2013
Muslim Anti Korupsi - Resolusi Jihad Antikorupsi

KORUPSI menjadi cerita yang tidak terselesaikan, hingga terlontar ungkapan yang mendeskripsikan betapa parahnya korupsi di negeri ini. Sudah berapa banyak uang negara hilang begitu saja dan kesejahteraan rakyat dirampas. Pelaku korupsi telah menjangkit dari berbagai kalangan baik pejabat eksekutif, legislatif dan bahkan merambah dikalangan yudikatif dan pelaku usaha dari pusat hingga ke pelosok daerah. Ibarat cerita, praktek korupsi di Indonesia bagai kisah tidak berujung dan sebegitu akut penyakit yang menggerogoti ke seluruh sendi-sendi kehidupan kebernegaraan.

Parahnya penyakit korupsi hingga bangsa Indonesia mendapatkaan gelar yang begitu istimewa sebagai negara paling korup. Begitu korupnya seakan-akan perilaku korupsi seperti telah menjadi kultur bangsa atau bahkan menjadi laku hidup. Selalu saja setiap hari media-media memberitakan beragam kasus korupsi, seperti suap-menyuap, gratifikasi dan bahkan persolan narkoba pelaku korupsi.

Andai saja perilaku korupsi tidak dapat dihilangkan lantaran memang kejahatan yang tersistem, tentu saja semua akan terlibat dan banyak orang yang berada dalam lingkaran korupsi. Maka ketika terungkapnya sebuah kasus akan ada banyak orang yang terlibat dan terjerat dalam kungkungan lubang hitam korupsi.

Maka kita sebagai umat Islam memilki tanggungjawab untuk memperbaiki sistem ke-Indonesiaan ini, terutama persoalan korupsi. Sebab kita adalah bangsa yang religius dan bahkan sumpah jabatan selalu memakai kata-kata yang melibatkan Tuhan, melibatkan kitab suci. Marilah kita turun tangan bersama menjawab janji kemerdekaan dari perilaku korupsi yang telah mengerogoti.

Jihad Antikorupsi
Sebagai muslim Anti Korupsi saatnya kita melakukan resolusi jihad antikorupsi. Sebab resolusi merupakan tuntutan atas diri kita dan seluruh rakyat yang peduli terhadap perlawanan terhadap korupsi.

Resolusi jihad antikorupsi ini berawal dari diri kita dan orang-orang yang dekat dari kita baik keluarga, lingkungan masyarakat hingga daerah dan wilayah. Sebab kita sebagai umat Islam yang mengajarkan sistem nilai yang bertujuan untuk diri kita menjadi pribadi yang bertakwa kepada Allah Swt dengan jalan mengembangkan segenap potensi dan bakat yang tidak hanya terkait dengan kehidupan pribadi (kesalehan individu), tapi juga dengna hubungan dengna lingkungannya (kesalehan sosial).

Saatnya menanamkan nilai-nilai antikorupsi pada diri kita dengan berbagai ajaran yang telah digariskan oleh ajaran Rasulullah Muhammad yang agung melalui pedoman Al-Quran dan Al-Hadits. Nilai-nilai itu yakni:
1. Amanah
Amanah yang berarti jujur dan lurus. Maka sebagai umat Islam harus mampu menjaga amanah itu, sebab amanh merupakan tanggung jawan yang wajib dijaga dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya baik jujur dalam berperilaku, amanah terhadap jabatan maupun harta.

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda: Apabila amanah disia-siakan maka tunggulah saat kehancurannya. Salah seorang sahabat bertanya:”Bagaimanakah menyia-nyiakannya, hai Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab: “Apabila perkara itu diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya." (HR. Imam Bukhari)

2. Adil
Amanah adalah merupakan munculnya sumber keadilan, sedangkan keadilan tersebut adalah sumber keamanan dan kebahagiaan. Dari situ terlihat jelas ketika Allah Swt menyuruh seseorang melaksanakan amanah, kemudian hal yang harus dikerjakan manusia setelah itu adalah berbuat keadilan.

"Dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil." (QS. An-Nisa’: 58)

3. Sabar

Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa kesabaran bisa dibagi dalam tiga bentuk yaitu : (1) Sabar ketika meninggalkan berbagai hal yang diharamkan dan perbuatan dosa, (2) Sabar ketika melakukan ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah swt, dan (3) Sabar dalam menerima dan menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan.

Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.” (QS. Luqman/31: 31)

Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.” (QS. Al-Ma’aarij/70: 5)

4. Syukur
Ada beberapa cara mensyukuri nikmat Allah Swt. Pertama, syukur dengan hati. Ini dilakukan dengan mengakui sepenuh hati apa pun nikmat yang diperoleh bukan hanya karena kepintaran, keahlian, dan kerja keras kita, tetapi karena anugerah dan pemberian Allah Swt. Keyakinan ini membuat seseorang tidak merasa keberatan betapa pun kecil dan sedikit nikmat Allah Swt yang diperolehnya.

Kedua, syukur dengan lisan. Yaitu, mengakui dengan ucapan bahwa semua nikmat berasal dari Allah Swt. Pengakuan ini diikuti dengan memuji Allah Swt melalui ucapan alhamdulillah. Ucapan ini merupakan pengakuan bahwa yang paling berhak menerima pujian adalah Allah Swt.

Ketiga, syukur dengan perbuatan. Hal ini dengan menggunakan nikmat Allah Swt pada jalan dan perbuatan yang diridhoi-Nya, yaitu dengan menjalankan syariat , menta'ati aturan Allah Swt dalam segala aspek kehidupan.

Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (QS. Al-Mu’min/40: 61)

5. Qana’ah
Qana’ah memiliki makna dapat menerima kecukupan. Ketika kita diberikan nikmat, kita merasakan kebahagiaan dengan merasa memiliki kecukupan. Hamka menjelaskan qana’ah dalam 5 (lima) sifat yakni: (1) Menerima dengan rela apa yang ada, (2) Memohon kepada tuhan tambahan yang pantas dan berusaha, (3) Menerima dengan sabar akan ketentuan Tuhan, (4) Bertawakkal kepada tuhan, dan (5) Tidak tertarik oleh tipu daya dunia.

Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rizki yang cukup, dan qana’ah (merasa cukup) dengan rizki tersebut.” (HR. Ibnu Majah)
* * *
Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Dan yang terakhir kita sebagai muslim anti korupsi selayaknya kembali lagi ke pangkuan teladan Rasulullah Muhammad Saw, sebab Muhammad memiliki akhlaq dan sifat yang mulia. Selayaknya kita malu, kita memiliki teladan namun kita sering melupakan ajarannya. Oleh sebab itu mari kita sebagai umat Muhammad kembali menjadi pribadi yang mempelajarai dan memperaktekan sifat-sifat Nabi Muhammad yakni yang terangkum dalam 4 sifat yakni: (1)Shiddiq,(2) Amanah, (3) Fathonah, dan (4) Tabligh.

Semoga dengan meneladani sifat-sifat kenabian Muhammad Saw kita dapat terhindar dari perilaku menyimpang yakni perilaku KORUPSI.


Lukni Maulana
Website resmi Nahdlatul Ulama www.nu.or.id 
Tulisan ini untuk Kontes BLOG MUSLIM ANTI KORUPSI yang diselenggarakan oleh PPM Aswaja.

Monday, November 11, 2013

Pemimpin Itu Ngemong



SAAT INI apakah kita menyadari tentang diri ini yang sesungguhnya kita itu pemimpin. Maka selesaikan persoalan dirimu, urusan kepemimpinan kita mengenai diri kita sendiri; dari persolan ekonomi sehingga diharapkan kita tidak korupsi, memimpin keluarga sehingga kita mampu mengatasi konflik maupun memimpin diri untuk bisa bergaul dengan orang lain sehingga tidak mudah emosi dan anarki. Sehingga ketika kita mampu menjadi pemimpin diri sendiri, layaknya ia bisa melanjutkan menjadi pemimpin-pemimpin yang lain.

Pemimpin itu layaknya bangunan rumah tangga, suami itu pemimpin yang memiliki peran untuk mengatur tatanan rumah tangga sedangkan istri itu menteri atau lembaga-lembaga pemerintah yang berperan untuk mendidik generasi penerus dan mengatur kebutuhan rumah tangga dan anak-anak adalah rakyat yang membutuhkan perhatian dari sang ibu.

Maka pemimpin itu harus mampu memiliki sikap “ngemong” atau mendidik, memelihara, dan menjaga. Dan sikap ngemong tersebut harus dimilki juga oleh para pendamping pemimpin baik yang berada ditingkatan kementerian maupun lembaga pemerintahan.

Ingatkah engkau tentang ajaran Sunan Kalijaga dalam tembang berjudul Lir-Ilir. Dalam salah satu baitnya berbunyi, “Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi” (Anak-anak penggembala panjatkan blimbing itu). Mengapa harus Cah Angon?, “al-Imaamu ro’in” (imam adalan pemimpin atau pengembala). Oleh sebab cah angon adalah penggembala orang yang ngemong, pengembala itu memiliki sikap mendidik, memilihara dan memerawat hewan yang pastinya tidak berakal. Jika ia mampu mengendalikannya dialah Cah Angon, jika Cah Angon memimpin manusia yang berakal diharapkan dapat diatur sesuai ketentuan, dibandingkan dengan hewan yang tidak berakal.

Mengapa yang dipanjat harus buah Blimbing?, Blimbing itu bergigir 5 (lima) yang berarti rukun Islam. Pemimpin harus mempu memegang teguh prinsip rukun Islam dan Blimbing muda berwarna hijau menandakan kesuburan dan kemakmuran, ketika semakin dewasa warna akan berubah kuning mengisyaratkan umat Islam untuk selalu menjadi lebih baik dan matang yang siap untuk disajikan dan dapat dinikmati. Bermanfaat untuk orang lain buah segar yang mengeluarkan manisnya air saripati blimbing yang berarti sumber kehidupan.

Seorang imam (pemimpin) adalah bagaikan penggembala, dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas gembalaannya.” (HR. Ahmad, Syaikhan, Tirmidzi, Abu Dawud, dari Ibnu Umar)

Friday, November 8, 2013

Para Pencuri Nikmat Tuhan

BANGSA Indonesia saat ini lagi belajar untuk bisa menjadi bangsa yang beradab salah satunya tentang hal “Mencuri”, baik itu mencuri uang rakyat maupun mencuri undang-undang maupun aturan pemerintahan. Maka di bentuklah tim pemberantas korupsi yang di sebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Makamah konstitusi. Begitupun di masyarakat orang yang mencuri bisa saja di hakimi masa ataupun masuk penjara. Ternyata mencuri penuh resiko, jadi musuh KPK, Polisi maupun hakim masyarakat. Maka janganlah menjadi pencuri di dunia, apalagi mencuri urusan akhirat.

Menjadi pencuri sangatlah mudah, hanya memerlukan beberapa hal yang perlu di persiapkan. Pertama, suatu hal yang akan di curi. Kedua, waktu yang aman untuk mencuri. Ketiga, dengan siapa saya mencuri atau mencuri sendiri. Empat, persiapan alat untuk mencuri dan kelima, tempat yang aman untuk hasil curian.

Ternyata untukmenjadi pencuri saja memerlukan persiapan yang matang dan terstruktur, tentu bagi pencuri yang profesional.

Andai saja mencuri berurusan dengan akhirat, seorang pencuri akan memiliki kesalahan dan dosa yang bertumpuk-tumpuk, bukan sebatas dosa “mencuri”. Sebut saja dosa itu meliputi; sesuatu hal yang di curi pastinya milik orang lain, waktu untuk mencuripun bukan milik pencuri, jika pencuri mengajak teman berarti dia telah menjerumuskan temanya ke lembah dosa, alat untuk mencuri menjadi bukti kesalahan meski tadinya alat yang di curi membelinya dengan uang halal dan tempat untuk menyimpan bukanlah milik pencuri melainkan amanah sebab pencuri tidak bisa menciptakan tanah, ruang ataupun dunia ini semua ini hanyalah amanah Tuhan untuk makhluknya yang memiliki peran untuk menjadi pemimpin bukan memiliki dan berperan untuk mengabdi kepada-Nya.
Itu masih bilangan kecil persoalan kesalahan para pencuri, masih banyak lagi jika di hitung dosa para pencuri. Coba anda hitung selain lima kesalahan di atas, tentu akan menghasilkan bilangan yang amat banyak sekali. Sebab yang ada pada diri anda adalah amanah dan ada pertanggungjawabannya. Seperti; tangan, mata, telingi, kaki, tangan dan lain sebagainya semua hanyalah amanah.
Kesalahan pencuri bukan hanya persoalan barang curian, tapi seluruh yang ada pada diri. Jadi seoarang pencuri akan mendapatkan berlipat-lipat kesalahan. Apakah anda ingin menjadi pencuri?
"Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana," (QS. Al-Maaidah: 38)
Marilah kita menyadari perbuatan tersebut, perbuatan mencuri merupakan perilaku yang di larang bahkan meresahkan untuk bangsa ini. Baik itu pencuri kecil maupun pencuri kelas berat. Sebab sesuatu yang di curi bukan miliki kita pribadi, tapi milik orang lain.
 Andai saja kita hanya mencuri barang milik satu orang, kita bisa bertaubat kepada Allah dan meminta maaf kepada pihak yang di curi. Akan tetapi jika yang di curi bukan milik perseorangan tapi milik masyarakat, apakah hanya sekedar taubat maka Allah akan mengampuni dosa pencuri. Apakah kita sanggup meminta maaf kepada seluruh masyarakat, jika kita mencuri uang rakyat atau korupsi uang negara.
Sangat  sederhananya mencuri adalah mengambil hak orang lain tanpa seizin pemiliknya. Mencuri merupakan sesutu hal yang dilarang dan meresahkan. Sekarang di zaman modern ini banyak pencuri berkeliaran baik di masyarakat maupun di arena pemerintahan. Di media cetak mapun media elektronik hampir setiap hari memberitakan apa namanya “mencuri”, seakan mencuri menjadi budaya bangsa ini.
Sungguh sangat ironis sekali melihat bangsa ini, pencuri tidak hanya dilakukan oleh orang yang tidak sekolah namun juga oleh orang-orang yang berpendidikan tinggi. Apalah arti ilmu yang kita dapatkan di bangku sekolah maupun ilmu yang kita dapatkan dari nasehat orang tua, guru maupun kyai. Para pencuri berkeliaran dimana-mana, ada yang pura-pura miskin, ada yang berpakaian dinas dan berdasi maupun berkalungkan sorban.
Saatnya kita menghindari perilaku mencuri ataupun mengambil atau meminta yang bukan hak kita. Misalkan saja; di pemerintahan ketika kita mengurus suatu hal, pihak berwenang meminta imbalan yang tidak ada aturan perundang-undangan. Bahkan ironisnya ketika kita memberikan peluang untuk para pencuri, memberikan suap atau memberikan uang pelicin untuk memudahkan segala urusan.
Marilah kita merenungi tujuan hidup kita di dunia, bahwa tujuan hidup bagi orang mukmin adalah untuk mencari cinta dan ridho-Nya. Tujuan semacam ini akan tercapai jika kita menjalaninya penuh dengan kesungguhan semata-mata untuk Allah dan hidup mulia untuk tetap teguh menjalankan perintah dan menjauhi larangannya.
Alangkah indahnya jika kita mencuri “cinta Allah”. Mencuri waktu yang lebih untuk bisa dekat dengan-Nya di malam hari untuk bisa melasanakan shalat malam. Mencuri waktu untuk meluangkan untuk berzikir dan berdoa kepada-Nya. Mencuri hari untuk istiqamah bersedakah dan mengerjakan amal shalih. Mencuri hari untuk bisa melaksanakan puasa kesunahan.
"Apabila salah seorang di antara kalian membaguskan keislamannya maka setiap kebaikan yang ia kerjakan dicatat untuknya sepuluh kali hingga tujuh ratus kali lipat. Dan setiap kejahatan yang ia kerjakan, akan dicatat untuknya kejahatan yang sama, hingga ia bertemu Allah.” (HR. Bukhari)
Mencuri merupakan suatu kenikmatan; “fa biayyi alaa’i Rabbikuma tukadzdziban” (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan). Kata-kata di dalam surat Ar-Rahman yang sampai diluang –ulang hingga 31 kali, sepatutunya kita orang mukmin mengambil hikmahnya. Lagi-lagi marilah kita menyadari, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan”.
Mencuri memiliki kenikmatan yang hanya sementara, namun jika orang mukmin mencuri waktu dan hari untuk beribadah dan beramal shaleh karena Allah sungguh kenikmatan itu akan selalu hadir setiap saat hingga seorang mukmin di perintahkan-Nya untuk memilih surganya.

Sungguh keagugan Tuhan yang memiliki kebesaran dan karunia. Saatnya kita memberikan ruang kesadaran di hati dan pikiran kita atas nikmat yang kita dapatkan. Mata untuk meilhat keindahan jagat raya, kaki untuk melangkah, telinga untuk mendegar, mulut untuk bicara dan lain sebagainya, sekali lagi; “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan”.

Monday, November 22, 2010

KEBAHAGIAAN

Setiap orang menginginkan akan kebahagiaan, pastilah mereka akan mengamini bahwa mereka tidak ingin hidup sengsara. Namun kebahagiaan seperti apa yang diinginkan dan bagaimana mencari kebahagiaan itu. Inilah pertanyaan awal yang akan membedakan cara pandang seseorang dalam menerjemahkan kata “kebahagiaan”.
Cara pandang manusia atau individu inilah yang akan membedakan penafsiran tentang konsep kebahagiaan. Kalaupun Tuhan telah menggariskan umatnya untuk hidup bahagia baik didunia dan akhirat. Tapi kebahagiaan yang seperti apa yang menjadi standar nilai kebahagiaan. Apa lagi di era sekarang ini, setiap individu menginginkan kesuksesan dalam berkarir, pangkat atau jabatan maupun kesuksesan dalam berkeluarga.

Thursday, November 18, 2010

QURBAN VS KORBAN

Idul adha merupakan sebuah kemenangan besar bagi umat Islam karena didalamnya mengisyaratkan konsepsi keimanan atau spiritualitas transendental yang kiranya sulit diterima oleh akal pikiran semata. Kegelisahan Ibrahim mencari Tuhan dari melihat matahari, bulan, padang pasir, sungai hingga menghancurkan berhala dan ditinggalkannya berhala yang paling besar dan perkasa. Itupun berhala yang dibuat oleh orang tuanya sendiri.

Hingga ia menemukan puncak pencarian tuhan dengan menemukan tuhan yang esa yakni Allah dan agama tauhid yang rahmatal lil alamin.

Sunday, April 25, 2010

Malunya Si Putri Malu

Hidup merupakan sebuah perjalanan, itulah kiranya lanju sunatullah apa yang di namakan umur. Namun ada suatu yang menarik tentang perjalanan, kita semua mungkin mengetahuinya. Perjalanan berasal kata jalan yang mendapatkan kata imbuhan berupa pe-an, yang menjadikan kata jalan menjadi kata kerja. Membincang jalan sangatlah menarik jika sesedari sadar sejenak melepas semua kepenatan yang menganggu pikiran. Maka dari itu marilah untuk sementara melepas beban pikiran yang menyelimuti hidup ini.
Sudahkah melepas masalah itu. Selanjtunya setelah melepas masalah kita akan bertamasya membincang tentang jalan. Ketika membincang tentang jalan akan banyak ide muncul dari pikiran kita.

Tuesday, April 6, 2010

NU Tapi Bukan Kader NU

NU Tapi Bukan Kader NU

Membincang Nahdathul Ulama atau bisa disingkat NU memang sangat menarik dan mengasyikan. Karena NU merupakan organisasi keagamaan terbesar di negara republik Indonesia ini. NU terlahir dari ranah pedesaan yang kemudia dikenal dengan organisasi tradisional. Lain lagi dengan Muhammadiyah yang terlahir di Jogjakarta yang dulu merupakan pusat ibu kota sehingga nuansa modern hidup, maka Muhammadiyah dianggap sebagai organisasi modern.
LINGKARAN HIMPUNAN

LINGKARAN HIMPUNAN

Perjalanan Semarang menuju Jepara jarak tempuhnya kurang lebih satu setengah jam perjalanan memakai kendaraan bermontor. Tepat di sore hari berangkat menuju kota yang dikenal dengan kota ukir dan bumi kartini. Waktu yang dipilih memang disengaja diambil habis shalat ashar, sehingga jalan raya sangat padat di lalui lalu lalang trasnportasi dari berbagai macam merk. Maaf tidak dapat menyebutkan nama merknya, karena itu seponsor he he.

Tuesday, March 9, 2010

HARGAI DIRIMU MAKA TERSENYUMLAH


Sungguh mulyanya diri kita yang tercipta dari segumpal tanah dan di anugerahi sebuah modal atau kekuatan luar biasa berupa “akal pikiran”. Kita tercipta dengan kesempurnaan berupa ruh, jasad, tubuh, raga dan indera. Kesemuanya tercipta dengan memiliki beragam manfaat. Apa manfaat diri kita tercipta di dunia. Tentu bagi kita yang ingin memikirkannya. Sebab diri kita memiliki potensi dan bakat yang dapat dikembangkan. Sehingga kita dapat memenuhi kewajiban untuk memakamurkan semesta yaitu dengan selalu terus berusaha mencapai kebahagiaan dunia. Serta tidak lupa kita dituntut untuk beribadah demi kebahagiaan akhirat. Sungguh dirimu memiliki segalanya…!

Friday, January 16, 2009

Allah Tidak Adil

Di suatu sore dengan guyuran rerintik hujan tepatnya hari selasa tanggal 5 Januari 2009, aku bersama teman-teman melakukan aksi dan pengalangan dana untuk Palestina. Aksi ini sebagai bentuk sikap kami mengecam keras Israel atas seranganya ke Palestina. Kami melakukan taterical yang dibilang aneh dan ada yang bilang aksi gemblung, tapi dalam benakku berkata ”ternyata Allah tidak adil, negeri Islam telah dijajah bangsa Israel...!”. Aku menjadi orang gila ditengah panasnya asap putih yang telah membasuh mukaku.

Kata hati itu adalah metaforika diriku. Metafora ini mungkin tidak sebegitu aneh bahkan banyak yang mencari keadilan Allah. Dimana kita mau mencari keadilan Allah, bertemu saja kita sulit apalagi mau sms, telepon, faximile bahkan lewat email sekalipun. Selanjutnya aku buka al-Qur’an mencari ayat-ayat tentang Bani Israil, aku menemui surat al-Jaatsiyah ayat 45: Allah berfirman:

Dan Sesungguhnya Telah kami berikan kepada Bani Israil Al Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian dan kami berikan kepada mereka rezki-rezki yang baik dan kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya)”

Israel hanyalah sebuah negara kecil, disebut Israel karena kebanyakan penduduknya berasal dari Bani Israil. Mereka adalah kaum Nabi Ya’qub yang kemudian terkenal dengan sebutan bangsa Yahudi. Bangsa yang telah diberikan kelebihan oleh Allah dari bangsa-bangsa lainnya. Kelebihan atau kemulyaan itu berupa kecerdasan, kemakmuran dan tentunya kitab-kitab yang menjadi peganganya, menyebabkan bangsa Yahudi adalah bangsa yang hebat, tidak sebanding dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini. Tidak heran jika keangkuhan dan kesombongan selalu menyertainya dan bahkan ingin menguasai semesta ini.
Aku buka lembaran baru pada surat al-Israa’ ayat 4 dan al-Baqarah ayat 47: Allah berfirman:

Dan Telah kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi Ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang Telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku Telah melebihkan kamu atas segala umat

Hati ini ingin berkata ”memang engkulah perusak semesta yang penuh dengan kehijauan”. Aku tetap berfikir ”dimana keadilan Allah”, atau inilah bangsa yang di mulyakan kemudian atas kemulyaan tersebut ia menjadi bangsa yang menyombongkan diri. Atas nikmat yang diberikan, atas semua yang di anugerahkan.
Aku tetap berfikir ”inikah keadilan Allah”, bahwa setiap orang yang dimulyakan kemudian ia bersikap sombong bahkan ingkar kepada nikmat yang telah diberikan, Allah akan memberikan balasanya di kemudian hari berupa bencana atau bahkan neraka jahanam.

Inikah keadilan Allah, jika ada sesorang yang kaya kemudian ia tidak bersikap adil kepada kaum mustad’afin, ia akan mendapatkan siksa dan bahkan akan diberikan kegusaran hati pada hartanya. Inikah keadilan Allah, jika ada seorang miskin dan bahkan bersikap sombong, sungguh akan mendapatkan siksa yang pedih. Ataukah orang miskin yang selalu bersabar untuk mencari ridho Allah, ataukah orang kaya yang rajin bersedekah untuk mencari ridho Allah.

Dimana keadilan untuk umat rahmatal lil’alamin, jika bangsa yang mulya itu telah menghancurkan dan membunuh setiap jiwa yang tidak berdosa. Ataukah keadilan itu bersumber pada kepasrahan, keikhlasan, kesabaran dan ketabahan di jalan yang lurus. Memang keadilan Allah diantara tali-tali agamanya yang selau teguh dalam jalan lurusnya.

Keyakinanku menjawab, bahwa keadilan hanyalah nomor dua yang pertama adala bagaimana kita mau bersikap ”jujur”. Mengakui segala kekurangan dan kelebihan kita sebab dengan kejujuran akan melahirkan keadilan, bahwa tidak ada yang mulya di dunia ini. Kemulyaan itu hanya satu yaitu merekalah orang-orang yang bertakwa. Siapa orang yang bertakwa itu, di sinilah keadilan Allah. Temukan jawabnya pada diri anda...dan merekalh orang-orang yang berfikir!

Monday, December 29, 2008

Hijrah dan Perubahan Diri

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi Ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh Telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (An-Nisa: 100)


Hijrah merupakan moment monumental yang digoreskan Nabi Muhammad. Hijrah secara etimologi berasal darai kata “hajara” yang memiliki arti menghindar atau berpisah. Sedangkan secara trimonologi memiliki makna sebuah peristiwa besar yang dilakukan Nabi Muhammad berupa perjalanan dari Makkah ke Madinah (dulu ”Yatsrib”). Perjalanan yang dimaksud disini merupakan perpisahan peradaban di Makkah yang banyak fitnah dan kebohongan, perpisahan ini untuk mengihindari hal yang buruk, tidak benar, dan segala hal yang tidak di ridhoi Allah.

Kota Yatsrib menjadi tujuan hijrah dikarenakan masyarakatnya yang memiliki toleransi dan menghargai kaum lain. Dalam perjalanan menuju Madinah, kemudian Nabi, Sahabat dan Rombongan ditolong penduduk setempat. Sikap penolong penduduk Madinah inilah yang kemudian masyarakatnya disebut dengan ”kaum anshar” (penolong). Dari pertolongan inilah kemudian mereka yang selalu berpegang teguh kepada tali Allah menjalin persaudaraan Islam (ukhuwah islamiyyah). Rasa persaudaraan Islam inilah yang semakin menguatkan posisi Islam pada saat itu, melalui rasa saling memiliki dan tanggung jawab kemudian dibangunlah benteng Islam dan peradaban baru. Dari pembengungan peradaban tersebut Yatsrib menjadi peradaban maju, yang kemudian nama Yatsrib diganti menjadi Madinah yang berarti ”kota”. Perubahan ini yang menjadi dasar konsep peradaban tamadun atau masyarakat madani (civiel society).

Di sebutkan pada ayat diatas bahwa hijrah dijalan Allah memiliki makna perpisahan untuk menjadi yang lebih baik. Dalam artian diarus globalisasi yang sudah tidak terbendung ini, kita dituntut untuk melakukan hijrah dalam menjauhi segala perbuatan yang dilarang baik berupa kemungkaran dan kemaksiatan. Sebab Allah telah melimpahkan disetiap perjalanan untuk melakukan hijrah berupa rizki yang terbentang di bumi. Hal ini mengisyaratkan bahwa ketika kita melakukan hijrah, Allah selalu memberikan kita pencerahan baik berupa rizki maupun limpahan rahmat dan nikmat.

Bahkan barangsiapa mati dalam melakukan hijrah maka Allah telah menganugerahkan dia pahala dan tentunya aroma surga akan menyegarkan seluruh tubuhnya. Hijrah dapat pula mengandung isyarat untuk melakukan perjalanan menuju ”jihad fi’sabilillah”, berpisah dengan sesuatu yang tidak di ridhoi dan berjuang atau berperang melawan hawa nafsu ketamakan, keserakahan dan kejahiliyahan.

Hijrah juga berarti pindah dari suatu tempat ke tempat yang lebih baik yang memberikan jaminan kebahagiaan dan keselamatan. Dalam peristiwa hijrah Nabi Muhammad mengisyaratkan perubahan yang lebih baik. Bahkan sebelum peristiwa hijrah ini, ada satu kisah dari Ashabul Khafi dalam melaukan hijrah yaitu upaya menghindar dari penguasa yang zalim. Kemudian Allah menyelamatkanya menuju gua dan ditidurkannya para Askabul Uhudu tersebut bersama seekor anjing yang selalu menemani perjalannya.

Dari sedikit uraian diatas dapat ditarik sedikit pengertian bahwa hijrah bukan berarti suatu peristiwa yang hanya dilakukan pada masa itu akan tetapi hijrah juga dapat dilakukan di era sekarang seperti halnya peristiwa Ashabul khafi.

Melihat kenyataan zaman modern ini telah banyak ketimpangan dan kejahiliyahan baru, maka kita dituntut untuk melakukan hijrah. Bahkan dalam hijrah tersebut kita ada tuntutan membangun startegi untuk bekal jihad yaitu perubahan menjadi yang lebih berarti dan bermakna.

Marilah kita bermuhasabah dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad ini dengan sedikit mendalami makna yang tersembunyi. Kita bisa melakukan hijrah pada detik ini; pertama, hijrah aqliyah (akal) yaitu berusaha untuk berfikir maju (progresif) sebab perubahan zaman yang begitu cepat dengan kecangihan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut umat Islam untuk selalu berproses menjadi yang terdeparn dalam setiap bidang. Kedua, hijrah nafsiyah (nafsu diri) melalui perubahan yang terus berkelanjutan dari perbuatan yang tidak baik menjadi baik, tidak berarti menjadi berarti. Selalu mengasah emosional dengan berperilaku dan bersikap sesuai ajaran Islam dan memperkaya spiritual dengan mendekatkan diri dan bersujud ke pangkuan-Nya. Ketiga, hijrah amaliyah (perbuatan) yaitu dengan melaksanakan hal-hal yang diperintahkan syariat dan selalu melakukan amal shalih.

Melalui perubahan diri menuju hijrah yang di ridhoi inilah akan dibukakan pintu rahmat. Setelah membekali diri dengan hijrah ada tuntutan berupa jihad yaitu dengan memberikan tauladan hijrah kepada keluarga, kerabat, dan lingkungan masyarakat. Melalui ketauladanan tersebut akan terbangun kesadaran diri menuju kesadaran kolektif yang pada akhirnya tumbuh ”ukhuwah islamiyyah” yaitu menuju masyarakat madani atau peradaban yang di ridhoi Allah. Amin

Waktu Subuh, 29/12/08 atau tepat 1 Hijriyah 1430

Sunday, December 21, 2008

Ku Pinang Kau Dengan Khitah Perjuangan

ERA postmoedern sudah tidak takterelakan sebab merupakan konskewensi langsung dari zaman globalisasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Istilah globalisasi diambil dari kata “global”. Kata ini melibatkan kesadaran baru bahwa dunia adalah sebuah kontinuitas lingkungan yang terkonstruksi sebagai kesatuan utuh. Marshall Mc Luhans menyebut dunia yang diliputi kesadaran globalisasi ini global village (desa buana). Dunia menjadi sangat transparan sehingga seolah tanpa batas administratasi suatu negara. Batas-batas geografis suatu negara menjadi kabur.

Globalisasi membuat dunia menjadi transparan akibat perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi serta adanya sistem informasi satelit.Istilah globalisasi pertama kali dipopulerkan oleh Theodore Lavitte pada tahun 1985 ini telah menjadi slogan magis di dalam setiap topik pembahasan. Substansi dari globalisasi yaitu ideologi yang menggambarkan proses interaksi yang sangat luas dalam berbagai bidang: ekonomi, politik, sosial, teknologi dan budaya.

Globalisasi juga merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses multilapis dan multidimensi dalam realitas kehidupan yang sebagian besar dikonstruksi oleh Barat, khususnya oleh kapitalisme dengan nilai-nilai dan pelaksanaannya. Melalui arus globalisasi karakteristik hubungan antara penduduk bumi ni mengalami perubahan drastis yang melampaui batas-batas konvensional, seperti bangsa dan negara. Keadaan demikian ini menunjukkan bahwa relasi antara kekuatan bangsa-bangsa di dunia akan mewarnai berbagai hal, yaitu sosial, hukum, ekonomi, dan agama.

Globalisasi sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menimbulkan adanya sistem satelit informasi dunia, konsumsi global, gaya hidup kosmopolitan, mundurnya kedaulatan suatu negara kesatuan dan tumbuhnya kesadaran global bahwa dunia adalah sebuah lingkungan yang terbentuk secara berkesinambungan, dan muncul kebudayaan global yang membawa pengaruh terhadap perkembangan sosial dan budaya yang beraneka ragam.

Menurut John Naisbitt, kebudayaan negara-negara yang berbahasa Inggris akan mendominasi gaya hidup global. Ketika gaya hidup global ini memunculkan perubahan nilai dan mempengaruhi masyarakat lain, maka akan terjadi pergeseran nilai dalam masyarakat penerima pengaruh. Kecenderungan tersebut dapat dilihat dalam produk-produk global yang dikemas dan diterangkan memakai bahasa Inggris.

Konsekuensi yang tidak bisa dielakkan adalah munculnya kemungkinan konflik nilai-nilai sosial dan budaya. Dochak Latief bahkan mengatakan bahwa planet bumi sebagai perkampungan global, hanya sebagian kecil saja penghuninya yang mampu memelihara nilai, tradisi, kebudayaan, kelembagaan, ritual dan simbol-simbol mereka, sedang yang lain terhanyut dalam arus global.

Generasi pemuda dibawah bendera globalisasi
Globalisasi juga merambah masyarkaat muslim yang indentik dengan nilai-nilai ketahuidan. Perubahan dunia yang begitu cepatnya semakin merambah tradisi dan nilai yang diemban oleh masyarakt muslim. Segala hal menjadi barang yang mudah dikemas untuk perdagangkan yang pada akhirnya menyebabkan masyarakat muslim menjadi konsumen.

Salah satu dampak dari arus perubahan zaman yang melanda masyarakat muslim adalah merebaknya buku, majalah, siaran radio, televisi dan internet yang banyak mengemas kisah remaja dengan kisah romatismenya. Kisah remaja dengan model keremajaan yang mengarahkan pemuda dan pemudi merasa menikmati kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan cinta.

Kisah-kisah cinta remaja yang telah dikemas sedemikian rupa, tak pelak akan mempengaruhi remaja muslim yang beranjak dewasa. Kisah remaja yang sekarang ini telah di kemas dalam keadaan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai islam. Semisalnya kisah cinta yang dibumbui dengan cerita asmara dengan melakukan adegan-adegan yang dilarang syari’at contohnya berpegant tangan dengan mesranya, berpelukan, berciuman dan bahkan samapi melakukan hubungan intim.

Jika samapai demikian tentu saja diprediksikan generas-generasi islam yang menjadi harapan masa depan akan mengalami kemunduran dan kemrosotan akhlak. Generasi islam akan kehilangan jati dirinya, hidup dalam kehinaan dan kemunduran kesejahteraan. Jika kita menyaksikan generasi islam, maka terlihat sekali bahwa sebagaian mereka berada pada keadaan yang sangt memprihatinkan, mereka bagaikan kapal tanpa nahkoda yang terbawa riak gelombang, suka berfoya-foya atau hura-hura di masa remajanya dan mereka tidak memiliki nilai-nilai yang menjadi pegangan.

Banyak generasi pemuda islam terpengaruh budaya barat tanpa menyaringnya dulu sikap individual dan kebebasan telah menjadi cirinya. Kebanyakan mereka telah terjebak pada kehidupan yang hanya sekedar berfoya-foya, membuang-buang waktu dengan tanpa manfaat, dan berskipa hura-hura tanpa tahu kehidupan di keesokan harinya

Sesungguhnya islam menaruh harapan yang besar kepada pemuda untuk menjadi pelopor dan penerus serta pengerak dakwah islam. Pemuda merupakan kelompok masyarakat yang memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya, diantaranya mereka masih bersih dari pencemaran akidah dan pemikiran sesat, memiliki semangat yang kuat dan kemampuan mobilitas yang tinggi. Seharusnya itulah seorang pemuda yang menjadi harapan islam, pemuda yang mampu melakukan kativitas perubahan untuk memperbaiki sisitem dan merubah tatanan yang tidak sesuai dengan ajaran islam.

Globalisasi dan pasar bebas menjadi tema yang menarik dibicarakan dalam masyarakat. Disadari atau tidak, globalisasi yang merupakan bentuk baru dari perkembangan kapitalis akan menimbulkan penindasan (oppression) dan penghisapan (computation), tetapi secara manusiawi (humanly) seringkali menyenangkan orang. Globalisasi menjadi kekuatan yang akan terus meningkat sehingga menyentuh hampir ke setiap aspek kehidupan sehari-hari. Hanya sebagian kecil saja umat manusia yang mampu memelihara nilai-nilai, tradisi, kebudayaan, kelembagaan, ritual dan simbol-simbol mereka, sedangkan yang lain terhanyut dalam arus global. Hal ini disebabkan karena kekuatan media informasi yang memudahkan orang dengan budaya masing-masing menjalin komunikasi timbal balik di seluruh penjuru dunia sehingga mempengaruhi pola hidup secara luas dan jauh.

Berbagai problem dan krisis yang dialami umat islam yang sekarang ini terjadi di melenium ketiga merupakan krisis komplek dan multidimensional. Krisis ekonomi, kerusakan lingkungan, kekerasan, dehumanisasi, kriminlaitas dan moral mejadi isu internasional khususnya untuk umat islam. Termasuk krisi yang dialami generasi pemuda yang kehilangan jati diri dan makna hidupnya.

Globalisasi sejalan paralel dengan proses industrialisasi dan modernisasi di berbagai negara. Teknologi informasi dan sistem perdagangan dunia adalah di antara faktor-faktor yang memberikan kontribusi bagi percepatan globalisasi di berbagai tempat. Dari proses tersebut menghasilkan paradigma yang tidak selaras dengan paradigma islam, sebab menempatkan globalisasi pada wilayah pengguasaan atau mereduksi budaya yang cenderung bebas dan kapitalistik.

Dampak yang paling mencolok terhadap arus perubahan budaya yaitu hadirnya teknologi. Siara-siaran telivisi yang menyuguhkan acara-acara untuk kaula muda yang lebih cenderung pada pembelajaran cinta yang keblabasan. Media telah menyebarkan imej negatif kepada generasi muda semisal; pacaran, hari gini belum punya pacar ngak zamanyalah dan paling parahnya kisah cinta disuguhkan untuk permirsa atau penonton yang belum cukup umur. Memang di akui globalisasi merupakan siistem pasar sehingga tidak peduli pada etika dan nilai yang berkembang dimasyarakat, yang dicari hanya keuntugan.

“hari gini belum punya pacar, ngak zamanya gitu”, tak heran ungkapan seperti itu semakin populer dan mengakibatakn proses keberlanjutan yaitu para remaja atau pemuda terjebak pada keinginan untuk memiliki pacar. Bahkan ironisnya banyak pemuda terjebak pada pergaulan bebas dan paling parahnya mereka samapi rala melakukan apapun untuk mendapatkan kekasih pujaan hati.

“tak kenal maka tak sayang”, ungkapan yang sudah berkembang di masyarakat, imej kata menjadi booming dikalangan kaum muda. Kemudian mereka terperangkap pada hubungan yang tidak semestinya, yang kemudian di istilahkan dengan pacaran. Yaitu hubungan yang tidak hanya sekedar saling untuk mengenal akan tetapi sampai kepada hubungan saling mencintai dengan rasa kasih dan sayang antara laki-laki dan perempuan.

Pacaran merupakan akar kata dari “pacar” dalam kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Dalam bahasa arab istilah pacaran dikenal dengan tahabub yang memiliki arti bercinta, kasih sayang yaitu pola hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya.

Semuanya mengambarkan rasa saling mencintai, bahkan dalam mahligai perkawinan landasan yang dipakai yaitu pacaran. Di dalam pacaran terdapat hal untuk membangkitkan rasa cinta, disitulah yang letak kesalahan mengapa kata “pacaran”menjadi sesuatu yang negatif.

Ini dapat di teropong mengapa imej pacaran menjadi suatu hal yang negatif sebab terdapat nilai-nilai yang tidak sesuai dengan syariat islam. Para pelaku pacaran berawal melalui perkenalan. Di dalam islam sendiri tidak melarang seseorang untuk mengenal dengan yang lainnya, termasuk lawan jenis yang bukan mahramnya. Bahkan islam menganjurkan umatnya untuk saling kenal mengenal demi rasa persatuan atau berjamaan. Karena kekuatan islam terletak pada rasa al ikhwan atau persaudaraan. Seperti firman Allah dalam surat Al Hujuraat ayat 13 :

Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

Melalui proses perkenalan inilah seseorang kemudian berlanjut pada hubungan sahabat yaitu hubungan sebagai kelanjutan dari proses perkenalan. Melalui proses hubungan yang intens atau berlangsung lama maka akan menciptakan sebuah hubungan yang tidak ahanya saling mengenal, akan menumbuhkan sikap solidaritas yang tinggi untuk saling menghargai dan berkerja sama. Sebenarnya didalam islam rasa persaudaraaan yang terjalin dari persahabatan sangat didukung bahkan diwajibkan asalkan untuk berbuat kebajikan dan tolong menolong dalam kebaikan.

Dari proses persahabatan kemudian dapat berlanjut pada proses jatuh cinta. Islampun tidak melarang umatnya untuk jatuh cinta bahkan menganjurkan umatnya untuk saling mencintai. Sebab perasaan cinta timbul dari rasa manusiawi, manusia mencintai keindahan dan keindahan menimbulkan rasa cinta itulah hakekat kehidupan.

Kemudian pertanyaan muncul “di mana letak kesalahan mengapa pacaran menjadi kata yang begitu negatif ?”. sebenarnya letak kesalahan yaitu pola yang “berlebihan” dalam artian memaknai pacaran menjadi sesautu kebebasan (freedom). Dengan demikian laju perkembangan proses diatas berlanjut pada hubungan yang dilarang oleh syariat semisalnya; rasa manusiawi untuk mencinati kemudian timbul pada perbuatan yang senonoh atau dengan kebebasanya yaitu berdua-duan di tempat sepi, atau bahkan berlanjut kepada hubungan intim yang bukan mahramnya. Islam sendiri memberikan banyak toleransi semisal dalam pandangan mata pertama sebagai suatu hal yang memuji keindahan dalam hati.

Realita sudah menjadi bukti yang tak dapat di elakan. Kaum muda mudi yang berpacaran (sebelum nikah) yang justru banyak ”mengobral cinta”. Matanya, telinganya, kata dan tingkah polahnya, semua mengumbar cinta. Mereka ciptakan nuansa-nuansa syahdu, berasyik masyuk serasa dunia hanya milik berdua, ada canda dalam setiap perjumpaan, ada sms cinta, ada chatting cinta, padahal belum lagi menikah.

Genersi pemuda islam dalam keniscayaan globalisasi ini tentu tidak ingin memudarkan karaterisitik dan nilai serta fungsi tujuan islam rahmatal lil’alamin yang menjadi harapan masyarakat dunia. Pemuda dan pemudi islam menyandang beban untuk mempertahankan nilai-nilai islam sekaligus culture atau adab yang menjadi sumber otoritas.

Bagaimana generasi pemuda islam harus mengambil sikap antisipatif terhadap perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Setidaknya pemuda harus membekali dirinya dengan kemampuan berintekasi dengan pegananyanya yaitu al qur’an dan al hadis, kultur atau budaya yang memiliki berbagai ragam nilai. Oleh sebab itu, generasi pemuda islam harus segera berbenah diri untuk responsif terhadap tantangan zaman dan menjadi generasi yang memiliki orintasi pada nilai islam (value orinted islamic).

Globalisasi dan pemuda ashaabul ukhdud
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan generasi pemimpin di bumi dengan berpasang pasangan. Generasi pemuda merupakan seseorang yang telah dimulyakan oleh Allah, islam sangat menghargai, memuliakan, memperhatikan dan mendukung pemuda untuk selalu berjalan di samudra yang lurus.

Al-Qur’an telah menceritakan tentang kisah yang sangat mulia untuk menjadi tauladan, merekalah pemuda ashaabul kahfi sekelompok pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Kisah ashaabuk kahfi yang rela meiningalakan pola masyarakat yang tidak sesuai dengan tradisi dan nilai-nilai. Kelompok pemuda tersebut kemudian meningalkan negerinya dan mencari tempat pelindung di dalam gua dan mereka berdoa:

Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). (Al-Khafi ayat 10)

Sehingga Allah menyelamatkan kelompok pemuda tersebut dengan menidurkan selama hampir 309 tahun. Allah berfirmaan dalam surat al-khafi ayat 11 dan 25:

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).
Dalam kisah ashaabul kahfi yang terangkai indah di dalam al-Qur’an menceritakan, kelompok pemuda yang tegar dalam keimananya dan tidak ingin terjerumus pada masyarakat yang cenderung bersikap jahiliyah. Sehingga tradisi masyarakat di zaman ashaabul khafi yang lebih bercorak pada kejahilihan di binasahkan oleh Allah dengan diceburkan ke dalam parit berisi api yang bergejolak.

Masih banyak kisah generasi pemuda yang seharusnya menjadi contoh generasi pemuda muslim sekarang, sebab merekalah kekasih dan pilihan Allah yang selalu menjaga keimanannya hanya untuk Allah semesta alam. Era rasullullah saja yang menjadi pendampingnya dalam menyebarkan agama islam ke plosok negeri adalah para pemuda yang kemudia di kenal dengan assabiqun awwaluun (orang-orang yang pertama kali beriman).

Sudah jelas di ketahui sebagai generasi pemuda yang mengemban amanah menjadi khalifah dibumi seharusnya menyadari arus globalisasi yang banyak mencengkaram pemuda sekarang dalam ketidakberdayaan pada nilai islam. Mereka lebih memilih budaya barat yang lebih menonjolkan sikap individualisme dan prakmatisme serta bercorak sikap liberalis yang lebih memuja sikap hura-hura, foya-foya dan menikmati hidup untuk hari ini bukannya memandang keesokan hari.

Menurut Kevin Robins, globalisasi tidak akan menghanyutkan nilai-nilai tradisi dan budaya, jika ia mau meneguhkan kembali asal-usul etnis dan kebangsaan, serta membangkitkan kembali tradisi dan landasan-landasan religius. Dalam hal ini artinya nilai-nilai substansi, tradisi religius, dan nilai islam yang diperkukuh tidak akan mengalami pergeseran sebagai akibat dari pengaruh globalisasi. Langkah semacam ini merupakan fondasi yang vital, mengingat kekuatan arus globalisasi sudah menjadi keniscayaan dan berproses tanpa henti, walaupun belum menjadi produk final.

Maka para pemuda setidaknya belajar dari kisah taudalan askahbul ukhdud yang mereka selalu berjalan pada garis luru. Sebeb mereka memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan syariat yang telah di tetapkan untuk semesta.

Oleh sebab itu generasi pemuda islam dapat meneladai mereka dengan sikap-sikap berikut ini. Sebagai bekal menjadi generasi pemuda islam yang memiliki misi rahmatal lil’alamin:
generasi pemuda islam adalah mereka yang selalu membawa risalah kebenaran atau menyeru pada al haq.

Dan di antara orang-orang yang kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan. ( Al-Araaf ayat 181)

Generasi pemuda harus memiliki sikap cinta, bukan cinta sesaat yang telah diplokamirkan di dalam media-media masa maupun elektroni. Tetapi cinta yang benar-benar hakiki yaitu cinta kepada Allah dan sesunggguhnya jika generasi pemuda mempunyai sikap cinta kepada penciptanya maka Allahpun akan mencintainya.

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah Lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (Al-Maidah ayat 54)

Memiliki sikap saling melidungi satu dengan lainnya, menegakan shalat sebgai tiang agamanya dan tidak menjadi pemuda yang mengingkari adanya sang pecipta Allah.
Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa[152]. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'. (Al-Baqarah ayat 238)

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648]. mereka Telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (At-Taubah ayat 67)

Pemuda yang selalu berpegang teguh pada janjinya kepada Allah. Sebab janji aalah konskwensi yang harus dilaksanakan jika janji di ingkari maka akan menjadi pemuda yang lemah dan tidak dipercaya.
(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, (Ar-R’ad ayat 20)
generasi pemuda islam adalah mereka yang tidak ragu-ragu dalam mengorbankan dirinya dan harta untuk kepentingan kejayaan islam.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar. (Al-Hujuraat ayat 15)

Generasi pemuda islam adalah mereka yang selalu mengerjakan amar ma’rif nahi mungkar dan saling tolong-menolog dalam kebaikan.

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” (An-Nahl ayat 90)

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (Al-Maidah Ayat 2)

Generasi pemuda islam yang teguh dan istiqamah melakukan kebajikan dengan beramal shaleh

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan”. (An-Nahl ayat 97)

Generasi pemuda islam hendaknya mulai dari sekarang menyadari, tanyakan pada dirimu bahwa sesungguhnya adanya penciptaan dirimu bukan untuk melakukan hal yang sia-sia. Tanyakan pada dirimu sebenarnya kehidupan ini tidak akan sama lagi dan dapatkah engkau mewujudkan cita-cita islam. Maka bermimpilah menjadi pemuda yang memiliki etos perjuangan, kemampuan dan akhlak yang sesuai dengan nilai-nilai islam. Generasi pemuda harus menjadi generasi yang mampu mempresentasikan nilai-nilai islam secara utuh bagi masyarakt di semesta ini.

Saturday, November 8, 2008

Jalan Spiritual Underground

Siapa diriku (Aku, Binatang dan Tumbuhan)


Kita sering bertanya siapa diriku dan hendak kemana kaki ini melangkah serta untuk apa turun ke dunia yang penuh lika-liku ini. Terlihat binatang begitu bahagianya, apakah dia telah menemukan siapa dirinya hingga ia menikmati hidup ini dengan perasaan yang mengembirakan. Sendau-gurau bersama binatang yang lain menikmati makan yang di karuniakan oleh Tuhannya

Sungguh hebatnya binatang itu tercipta tanpa ia merasa menyesal, ketika ia di jadikan santapan oleh manusia. Bahkan menemani manusia di rumah-rumah, padahal ia terkurung di sangkar tidak bisa lepas bebas menerbangkan sayapnya. Namun ia tetap merasakan kenikmatan, makan dan minum tanpa ada rasa penyesalan bahwa dirinya telah dikurung dan bahkan di manfaatkan dan diperjualbelikan.

Begitu hebatnya engkau wahai binatang, tapi mengapa manusia kehilangan jati dirinya. Padahal ia bebas melakukan apapun akan tetapi ia tidak mampu mengambil makna seperti engkau mendapatkan kebahagiaan. Manusia di zaman ini telah kehilangan makna hidupnya, penyakit-penyakit peradaban telah menghantuinya.

Ia telah kehilangan Tuhannya mengakibatkan dirinya terdapat gejolak batin penyakit stress, depresi hingga bunuh diri. Wahai binatang ajarkanlah manusia tentang hidupmu. Engkau merasakan dengan kepuasan sedangkan manusia hanya bisa mengeluh dengan kepuasannya. Sadarkah engkau wahai manusia bahwa dirimu masih terkungkung nafsu materi. Saatnyalah wahai engkau manusia kembalilah kepada Allah yang maha esa.

Tumbuhan mendayau-dayu berdzikir merdu. Angin-angin menghempas dedaunan berikan sejuta pesona. Mentari berikan cahayanya untuk berfotosintesis. Engkau terhebat dirimu bermanfaat untuk manusia menutupi manusia dari panas terik mentari. Di manfaatkan untuk keperluan manusia. Memberikan kesejukan di setiap rumah-rumah. Rumput-rumputmu terinjak oleh manusia untuk menghindari ia dari kotoran. Kayumu di pergunakan untuk hal yang bermanfaat. Dari pembuatan rumah, jembatan dan bahkan tempat ibadah.

Namun dirimu tetap enjoy dan merasakan kebahagiaan walau engkau sering di curi oleh manusia yang tidak memiliki jiwa kemanusiaan. Engkau di hina bahkan di maki jika engkau tidak memberikan rizki. Akan tetapi dirimu sungguh mulia.

Manusia hanya bisa memanfaatkanmu untuk keperluan hidup. Tetapi manusia semakin sombong tanpa tahu makna dari penciptaan dirmu. Manusia semakin iri dan dengki ketika engkau tidak dapat memberikan kepuasan. Kini manusia semakin hilang darimu, apakah manusia tidak menyadari bahwa disetiap kehadiranmu ada beribu nasehat dan hikmah.

Manusia semakin menjauh dari Tuhannya, padahal engkau bermunajat untuk Tuhanmu. Manusia telah lari dari penciptanya, tidak seperti engkau tetap semangat menghadapi lalu lalang waktu. Namun waktu telah meneggelamkan manusia pada kekuasaan mereka saling berebut kursi jabatan dan memenuhi nafsunya dengan hal yang di larang Allahnya. Saatnyalah wahai engkau manusia kembalilah kepada Tuhanmu yang maha pengasih dan penyayang.

Wahai manusia kalian akan terkagum-kagum bahkan matamu tidak akan sempat untuk berkedip. Binatang bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan berbagai cara. Lihatlah cicak yang menempel di dinding menunggu makanan yang hinggap dimulutnya, ia tidak merasa mengeluh dan tetap menunggu dengan sabar menanti datangnya rizeki. Ketiga ikan bergerombol bersenandung merdu menikmati hidup yang tercipta memenuhi kebubutuhanmu, malahan engkau paksa takuti dengan pukat harimau, bahkan engkau menghilangkan air yang menjadi modal hidupnya.

Wahai manusia kalian akan melihat burung onta menjadi pelari tercepat di dunia bahkan mengalahi kecepatan larimu cobalah berfikir sejenak. Burung merak yang menawan dengan bulu-bulu lembutnya dan ketika kalian bertemu mereka, kalian akan mengenal mereka dengan lebih baik, tetapi dirimu mengaku memiliki segalanya dan terjebak pada kebodohanmu. Sementara itu ingatlah wahai manusia bahwa ini hanyalah sebagian kecil dari jumlah binatang-binatang yang ada di dunia.

Wahai manusia ketika engkau melihat keindahan dan kecantikan binatang dan tumbuhan, ketahuilah bahwa Allah sang maha pencipta semua mahluk yang ada di alam semesta ini, supaya agar engkau berfikir tentang kemurahan dan kekuasaan-Nya yang tidak ada batasnya.

Ketahuilah wahai manusia dari penciptaan itu supaya engkau beriman menuju jalan yang benar bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu hanya untuk kepentinganmu. Supaya bermanfat memenuhi kebutuhan hidupmu di dunia. Bersyukurlah segera atas karunia-Nya yang di berikan kepadamu. Allah hanya ingin memberikan segala sesuatu yang terbaik, melihat keindahan mahluk lain. Maka cintailah Allah sesungguhnya Allah mencntai engkau sebab segala kemurahanya hanya tercurahkan untukmu. Berterima kasilah kepada-Nya karena Allah telah menciptakan mahluk berupa tumbuhan dan hewan yang begitu mempesona dan indah di pandang.

Wahai manusia dari penciptaan alam semesta, binatang dan tumbuhan, siang dan malam, matahari dan bulan serta segala sesuatu yang ada di sekelilingmu. Memiliki makna dan membawa satu tujuan. Mengajak kita untuk dapat melihat keindahan ciptaan Allah yang maha aziz.

Tujuannya semata-mata hanyalah membuat kita menjadi manusia yang paling bahagia. Sepatutunya kita mangatakan “sungguh hebatnya dan sungguh mulyanya Allah menciptakan segala sesuatu untukku”.
Marilah wahai manusia mulai detik ini kita merenungkan segala ciptaan Allah dengan sesungguhnya berfikir dan membaca pesona alam semesta baik binatang maupun tumbuhan.

Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah hanya untuk kepentingan manusia
Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah tentu memiliki makna dan tujuan



Renungkan dan Pikirkan



“Yang Telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang Telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam”. (Q.S. Thahaa ayat 53).

“Dan mereka berkata: "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami". dan apakah kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah Haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh- tumbuhan) untuk menjadi rezki (bagimu) dari sisi Kami?. tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui”. (Q.S. Al Qashash ayat 57).
Apakah anda mengira bahwa, penciptaan tumbuhan itu tidak ada gunanya bahkan engkau meremehkanya?. Apakah anda mengira turunya hujan hanya menjadi mala petaka bagimu?. Apakah anda mengira Allah tidak sayang kepadamu?. Apakah anda mengira bahwa di ciptakannya tumbuhan hanya membuat dirimu sengsara?.
Maka sadarlah betapa hinanya diri kita mana kala asyik mengosip, tidur pulas dan jalan-jalan ke mall dan di sekitar kita masih banyak orang yang membutuhkan bantuan dari diri kita. Pernahkah anda memikirkan datangnya air hujan yang membasahi bumimu dan di ciptakan tumbuhan untuk kepentinganmu?. Pernahkah engkau menyadari buah-buahan yang engkau makan adalah rizeki dari Allah, sedangkan engkau menikmatinya dengan lahap, sementara banyak orang kekurangan dan bahkan kelaparan sebab belum pernah merasakan buah mewah yang engkau makan?.

Maka pikirkanlah, betapa hebatnya Allah menciptakan tumbuhan, yang dengannya Allah menhamparkan rizekinya untukmu. Renungkanlah turunya hujan dan menjadikan tumbuhan bermacam-macam, coba bila saja hujan lebat menjadi mala petaka bagimu tentu engkau akan berfikir ini adalah murka Allah, akan tetapi ketika hujan menjadi rahmat engkau tidak memikirkannya.

“Dan (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kamu dan supaya kamu mencapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya. dan kamu dapat diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai bahtera”. (Q.S. Al Mu’min ayat 80).

“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan”. (Q.S. Al Maa’idah ayat 96).


“Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini”. (Q.S. Al Jaatsiyah ayat 4).

“Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayatNya”. (Q.S. Al An’aam ayat 118).
Coba pikirkan apa gunanya di ciptakan binatang untukmu?. Coba renungkan betapa besarnya fungsi binatang untukmu?. Coba pelajari tanda-tanda kekuasaan Allah dengan maha karya berupa binatang.
Adakah sesorang yang tidak ingin melihat binatang ataupun merasakan ingin menyantapnya. Apakah di ciptakannya binatang akan membuat hidupmu tidak bahagia. Engaku sudah memanfaatkanya, tapi apakah engkau sudah merasakan nikmat dan bersyukur atas karunia Allah kepadamu.
Di jadikan biantang ternak untuk engkau manfaatkan, bukanya untuk engkau rusak dan membunuhnya dengan sia-sia. Di halalkan untukmu binatang ternak, akan tetapi engkau merasa kurang hingga memakan biantang haram, apakah engkau kurang puas.
Maka makanlah binatang-binatang yang halal bagimu, namun kenapa engkau lumuri mulutmu dengan angur-angur yang dilarangnya. Sadarkan dirimu menuju ketahuidan yang semestinya dan ada tanda-tanda kemulyaan bagi mereka yang berfikir atas penciptaan binatang untukmu. Sesungguhnya Allah maha mengetahu semua kepentingan dan urusanmu di dunia, mengapa engkau mendustakan-Nya dengan mengingkari syukur nikamt yang ada pada dirimu.
Begitulah kiranya, sesungguhnya anda dalam kenikmatan tiada tara dan kebahagiaan yang berlimpah, namun engkau kurang menyadarinya. Di dalam diri anda masih ada sifat yang buruk suka mengeluh, serba kurang, sedih dan merasa gelisah, muskipun di dalam almari es terdapat berbagai jenis buah-buahan dan di ruang makan terdapat daging-daging yang begitu lezatnya.
Pikirkan dan renungkan apa yang telah di anugerahkan kepadamu dan lihatlah dirimu, keluarga dan lingkungan sekitarmu serta semua yang mengelilingimu. Janganlah menjadi orang yang ingkar atas nikmat Allah untukmu.

“Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”(Q.S. Adz Dzariat ayat 21)


“Mereka mengetahui nikmat Allah, Kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir”. (Q.S. An Nahl ayat 83)





Saturday, July 19, 2008

Pelangi Kehidupan

ANGIN siang semakin terasa panas di tambah dengan terik matahari begitu menyengat tubuh menjadikan kulit semakin hitam. Di taman mimpi ini, yang rapat dengan pepohonan dan bunga-bunga bermekar indah terasa menyebarkan keharuman serta anak-anak kecil berlarian kesana kemari riang bermain dengan sesamanya. Terlihat seorang pemuda duduk di bawah pohon bertemankan daun-daun yang begitu lebatnya. Tampak dari raut wajahnya tersimpan seribu tanda Tanya, tapi sudah dapat di pastikan maksud dan tujuannya. Sebab jika seseorang datang ke taman mimpi berarti dia ingin mendapatkan kepuasan dan jawaban tentang masalah yang di dapatinya.

Pemuda itu tampak murung dan termenung sendiri secarik kertas dan bulpoinya menari-nari indah dengan balutan goresan yang penuh makna. Tubuhnya begitu kurus lemah. Sesekali mulutnya selalu berbicara sendiri bahkan sedikit-demi sedikit air matanya membasahi pipi lembutnya. Di lempar bulpoin dan kertas yang berada ditanganya ke atas, langit biru tak mampu menangkap isyarat maksudnya.
"Akan aku buktikan bahwa aku bisa mewujudkan mimpimu". Jerit suara itu memecah keheningan taman mimpi. Apa maksud perkataan pemuda itu! Kelihatannya ada rasa penyesalan yang keluar dari seluk beluk pendiriannya.

Selama mengarungi bahtera kehidupan pemuda itu penuh dengan cita-cita dan harapan. Tekadnya yang kuat terkadang selalu membuat optimis baru, permasalahan yang beratpun selalu ia tuntaskan dengan logika dan emosionalnya. Kenyataan juga membuktikan setiap ujian ia selalu mendapatkan nilai tertingi, banyak kegiatan yang ia ikuti dari jurnalistik, kesenian dan bahkan karate.

"Kenapa kau tingalkan aku sendiri di sini". Perlahan mulutnya dan tetesan air matanya membuat suara itu terasa memilukan.

"Mengapa ini harus terjadi pada diriku, apa ada yang salah denganku tolong jawab pertanyaanku". Ia menyesal dan kemarahannya semakin memuncak karena satu masalah berat telah menimpanya. Ketika itu ia ingat di bangku sekolah yang penuh dengan keriangan dan ketenangan batin. Saat kenangan indah bersamanya, selau menemaninya dalam melangkahkan kaki untuk mengejar cita-cita tapi harus pupus. Dialah gadis imut bernama Erina, seorang gadis yang mendampingi kasih dan sayangnya. Gadis itu telah meninggalkan dirinya, bukan karena putus cinta atau di jodohkan sebab gadis itu telah terlebih dahulu di jemput Tuhannya.

"Tuhan mengapa kau begitu kejam, padahal baru beberapa waktu dia menemani aku, pantaskah kau ambil nyawanya mengapa kau tidak mengambil nyawaku".

"Bukan maksud aku ingin menganiyayanya atau sekedar untuk besenang-senang tapi aku sudah punya rencana yang baik untuknya".

"Tuhan…apakah Kau tidak tahu maksudku, aku percaya engkau maha mengetahui tapi mengapa Kau tidak takdirkan dia untukku". Rencana Tuhan memang terkadang berbeda dengan sekenario manusia. Setiap keinginan terkadang tidak dapat di wujudkan. Takdir! Siapa yang tahu, setiap manusia hanya bisa berusaha. Dan doa sebagai jalan terakhir untuk memantapkan usaha kita. Hanya Tuhanlah yang menentukan segalanya.
Suara-suara itu bergema menjulang menyebar di setiap sisi taman mimpi. Kini suara-suara dari mulut pemuda tiba-tiba menghilang dan membentuk gumpalan irama cinta yang menyejukan. Coretan penanya ia ambil kembali dan di situ hanya bertuliskan "Maafkan dan ampuni aku wahai Tuhanku…dan aku hanya bisa berpasrah di setiap sujudku". Nikmatilah kehidupan ini dengan nyanyian mimpi dan tarian harapan, setiap kejadian pasti ada hikmah dan tuhan pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita.

"Surga yang kau bina di dunia, semoga menjadi surga di akhiratmu, selamat jalan wahai gadis kecilku". Taman mimpi ini akan menjadi saksi, kata pemuda itu dengan semagat baru.
* * *

Setiap orang pasti pernah kehilangan dan di tinggalkan oleh seseorang yang sangat berarti bagi dirinya. Irama lagu taman mimpi berasal dari satu jenis suara yaitu hanya diri kita yang dapat mengembalikan kepercayaan diri dan bukan orang lain. Maka saatnya tentukan nalar berfikir yang baik dan luruskan tujuan. Karena hanya diri kita yang dapat merubahnya.
ياايتها النفس المطمئنة, ارجعي الى ربك راضية مرضيو

"Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi di ridhoi-Nya". (al-Fajr: 27-28)

Inilah warna warni dan pelangi kehidupan, terkadang harus berpisah dengan orang yang sangat berarti, terkadang pula harus meninggalkan orang yang di cintai. Tapi mulai saat ini mari kita bersihkan diri, hati, jiwa dan akal pikir kita dengan siraman air kesucian dari Tuhan. Karena dengan ketenangan jiwa, kita akan semakin lebih dewasa dan akan menghargai setiap kejadian dan musibah yang menimpa kita. Kesabaran dan kepasrahan kepada Tuhan merupakan pintu-pintu untuk meraih ridho-Nya, sebab dengan ridho-Nya setiap apa yang kita kerjakan akan sangat lebih bermakna.

Beginilah kehidupan, maka nikmatilah pelangi kehidupan ini dengan semestinya. Tuliskan lirik-lirik syukur dan melodi-melodi kesabaran. Saatnyalah kita membangun pelangi kehidupan ini dengan kesuksesan dan kebahagiaan.